New World

Setelah dia memutuskan pergi, aku juga memutuskan pergi. Aku menjalani kehidupan baru, tempat baru, dan orang-orang yang baru.

Advertisements
New World

My Only Love

bran-nue-dae-1

Aku selalu bertanya-tanya, akan kah cintamu padaku luntur satu hari nanti? Aku tahu jawabannya adalah ‘tentu saja’. Aku yang begitu muda dan naif memutuskan untuk tidak membayangkannya. Aku yang begitu muda ini melewati tahun demi tahun mencintaimu dengan tenang-tenang saja. Aku yang begitu naif ini menganggap perasaanmu padaku masih sama seperti awal-awal kebersamaan kita. Aku yang begitu bodoh ini tak pernah berpikir bahwa bahkan cintamu yang setulus apapun bisa berubah juga. Aku yang begitu naif. Aku yang sangat bodoh. Aku yang begitu bodoh menangisi hal yang aku tahu akan terjadi.

“Maafkan aku. Lebih baik kita berpisah.”
“Maafkan aku. Kita tak akan pernah bisa seperti dulu lagi.”
“Sayangku, jangan bersedih. Aku tidak cukup baik untuk menjadi alasanmu bersedih.”

“Mengapa?”

“Maafkan aku. Aku menyukai seseorang.”
“Aku bingung. Aku tak mengerti bagaimana perasaanku. Tolong maafkan aku.”
“Aku menyukai seseorang.”
“Dan aku masih mencintaimu.”

Oh pangeran hatiku. Setidaknya kau menyelamatkan puing terakhir dari hatiku dengan mengatakan itu. Tentu saja. Cintamu padaku tak akan berubah. Hanya saja semuanya tak akan pernah sama lagi. Sekarang kau bisa mencintai wanita lain juga. Memperlakukannya sama seperti kau memperlakukan ku. Mengecup bibirnya sama seperti kau mengecup milikku. Membelai rambutnya sama seperti kau membelai ku.

Cintaku, dadaku terasa sakit setiap saat aku membayangkan hal-hal tersebut terjadi. Cintaku, sebelumnya tak pernah aku meragukan kepastian cintamu. Bagaimana sekarang kau bisa berubah semudah ini?
Cintaku, jika aku diberi kesempatan untuk bertanya dengan mendapatkan jawaban jujur mu. Aku akan bertanya ;
“Pernahkah kau memikirkan aku dan kesetiaan ku saat kau berada di pelukan wanita itu?”

My Only Love